Kamis, 15 September 2011

Antologi Sehangat Dekapan Cinta Ramadhan

Deskripsi:
Kisah-kisah inspiratif dalam buku ini mampu menggetarkan hati pembaca untuk meresapi dan menghayati makna Ramadhan dengan sepenuh cinta kepada-Nya. Kisah sejati ini adalah pengalaman langsung masing-masing penulis. Dengan teknik berkisah akan lebih mudah diresapi dan diterima oleh pembaca. Kisah-kisah nyata ini diramu dengan gaya bahasa yang sederhana, menyentuh dan mudah dipahami. Buku ini hadir sebuah bentuk kecintaan datangnya bulan mulia ini. Semoga sepercik kisah sejati yang kami rangkum dalam buku ini menambah suana syahdu nan manis selama menjalani hari-hari indah di bulan suci. Kerinduan dan cinta ini tumpah ruah ketika tubuh ini dibalut hari-hari penuh keindahan dan kedamaian dalam suci bakti pengabdian kepada-Nya. Semoga buku ini menjadi sahabat terbaik bagi pembaca sekalian yang budiman dan hidangan jiwa yang mengenyangkan dengan manisnya iman dan takwa.

Kontributor Antologi “Sehangatnya Dekapan Cinta Ramadhan”, Writing Revolution 2011.

1. Abdushshabur Rasyid Ridha
2. Addien Sjafar Qurnia
3. Adriana Tjandra Dewi
4. Agrifina Helga Pratiwi
5. Ana Fitriana
6. Ana Khairina
7. Andri Surya Permana
8. Annisa Rona
9. Anung D’Lizta
10. Arista Devi
11. Ayna Wardhani
12. Ayumi Maulida
13. Callysta Aika Hikaru
14. Chinglai Li
15. Dede Yunita Putri
16. Dhoifurrohmaniyah
17. Eka Mega Cynthia
18. Fika Nurlaela
19. Ghara Xie Melati
20. Haidatul Ula
21. Hendro Prawidianto
22. Iban Robani
23. Intan Daswan
24. Jatni Azna AR
25. Joni Lis Efendi
26. Kavita Siregar
27. Ketty Husnia Wardany
28. Media Purnama Geni
29. Miftahul Jannah
30. Mikan Trusty
31. Mustika Wilda Sari Siregar
32. Nina Wardi
33. Niken Larasati
34. Nurina Kamila
35. Okti Li
36. Poery Permata
37. Puput Happy
38. Qhaisar Rain
39. Reza Anisa Dina
40. Rik Sjp
41. Riramaya
42. Rizki Ananda Syurgawi
43. Sandza
44. Saiful Anwar
45. Salsabilah Nadhifah Aqilah
46. Silananda
47. Siti Allie
48. Sundus Afifah
49. Tina Yanesh
50. Va Ayana Lubis
51. Wahyu Ekasari Nugraheni
52. Wangi Kesturi
53. Yelfi Rahmi
54. Yulina Trihaningsih
55. Yusuf Ichsan Ats Tsaqofy

Seluruh royalti untuk bantuan pendidikan anak yatim dan kurang mampu.
Yuk, kita bersedekah dengan membeli bukunya ^_^
klik di sini untuk pemesanan (beli minimal 90 ribu gratis ongkos kirim seluruh Indonesia) dan melihat profil buku: http://www.leutikaprio.com/produk/110210/true_stories/1109260/sehangat_dekapan_cinta_ramadhan/11061377/joni_lis_efendi

Jumat, 05 Agustus 2011

Wajah Wajah Kayu Bapak

Alhamdulillairobbil'alamin...
"Antologi Perdana WR dan Sebuah Kebanggaan
Memang dari awal antologi pemenang Lomba Cerpen Remaja yang diniatkan menjadi antologi perdana WR. Alhamdulillah, "Wajah Wajah Kayu Bapak" telah terbit dan sudah bisa dinikmati bersama secangkir capucino atau teh manis dengan pisang goreng atau semangka panggang, h...ihihi...
Antologi ini adalah warna sejati dari WR, unik, khas,
... lucu, haru biru, duka larah, cinta, rindu, dendam dan air mata. Sangat konflik dan penuh warna.
Buku ini juga mengkampanyekan budaya leluhur bangsa, "Topeng Malangan". Ini adalah cover buku pertama di dunia yang memasang foto Topeng Malangan. Tentunya ini sangat membanggakan."

(Joni Lis Efendi Full - Direktur Writing Revolution)
Cerpen-cerpen keren para Nominator Lomba Cerpen Remaja WR dalam buku ini:

1) Kun Sila Ananda (WR 01)
2) Fatih Faith (WR 04)
3) Zee Zahrotusti'anah (WR 01)
4) Addien Sjafar Qurnia (WR 04)
5) Sri Wahyuti (WR 02)
6) Mega Anindyawati (WR 02)
7) Él Éyrà (WR 06)
8) Yulina Trihaningsih (WR 06)
9) Ir-one Sandza (WR 02)
10) Muhammad Arif Budiman (WR 04)
11) Tiya Maulida 'khaylila' Radam (WR 02)
12) Najma Amania (Cucun Naizari) (WR 02)
13) Agrifina Helga (WR 05)
14) Rik Sjp (WR 01)
15) Mardiana Yunianto (WR 03)
16) Puan Murhijriatul (WR 02)
17) Thera Febrika Nur Fajri (WR 04)
18) Azalea Putri (WR 01)
19) Sugeng Sentoso (KMC Pekanbaru)
20) Prima Sagita (WR 01)
21) Andri Surya (WR 01)
22) Riri Maretta (WR 02)
23) Yazmin Aisyah (WR 02)
24) Kinoy Raomi (WR 02)
25) Bella Octaviana (WR 01)
26) Kartika Hidayati (WR 02)
27) Yelfi Rahmi (KMC Pekanbaru)
28) Phoenix Wibowo (WR 01)
29) Loli Febriyeni (KMC Pekanbaru)
30) Annisa Rizky Andina) (WR 04)


Deskripsi:

Antologi “Wajah Wajah Kayu Bapak” adalah kumpulan 30 nominator Lomba Cerpen Remaja 2011 yang diadakan oleh Writing Revolution. Dalam antologi ini, total berjumlah 32 cerpen, 30 cerpen nominator dan 2 cerpen dari dewan juri. Cerpen-cerpen dalam buku ini mengusung tema remaja dengan berbagai aspek permasalahan yang dihadapinya. Juga ada beberapa cerpen yang mengangkat tema lokalitas, isu masyarakat urban, pencarian jati diri, dan cinta.

Topik yang diangkat sangat menarik dan relevan dengan kondisi di lingkungan masyarakat sekitarnya. Dalam buku ini, disuguhkan banyak aspek dari kehidupan dunia remaja. Yang bagaimanapun ternyata sangat kompleks. Hal ini sangat terkait dengan fase pertumbuhan mereka yang sedang mencari jatidiri. Poin menariknya, sebagian besar cerpen ini ditulis oleh penulis yang masih terbilang remaja. Sehingga mereka bisa mendefenisikan dengan baik gejolak remaja yang sedang mereka alami. Tentu hal ini semakin menguatkan posisi tawar cerpen ini dan layak untuk dibaca.

Tertarik untuk membaca? lihat info lengkapnya di bawah ini ^_^

Judul : Wajah Wajah Kayu Bapak, Antologi Pemenangan Lomba Cerpen Remaja Nasional Writing Revolution, 2011
Penulis: Silananda, dkk
Terbit: Juli 2011
Tebal: 198 halaman
Penerbit: Leutikaprio
Harga: Rp. 42.000,00
ISBN: 978-602-225-040-1
Ongkos Kirim: Rp 10.000,- (Pulau Jawa) dan Rp 15.000 (luar Pulau Jawa)

Cara Pembelian:
Transfer uang pembelian termasuk ongkir: Rp 52.000 (Pulau Jawa) atau Rp 57.000,- (Luar Pulau Jawa) ke rekening LeutikaPrio:
*Bank BNI: 0211238297, an. ROCHMAWATI, SE
*Bank Central Asia (BCA): 8610169041, an. ROCHMAWATI
*Bank Mandiri: 1370007536226, an. ROCHMAWATI
*BANK SYARIAH MANDIRI (BSM): 0947033820, an. ROCHMAWATI

Kemudian SMS data pembelian buku kamu ke nomor 0821 38 388 988 atau bisa kirim ke PESAN Facebook Leutika Prio (tulis judul "PESAN BUKU") yang berisi:

Jumlah transfer # ke rekening Leutikaprio yang mana (BCA/MANDIRI/BNI/BSM) # tanggal transfer # Judul Buku yang Dipesan # Nama Lengkap # Alamat Lengkap (sampai pos/Tiki) # nomor HP/telpon.
(*mohon data ini diisi dengan lengkap supaya selamat sampai alamat.)
Info lengkap profil buku klik:
http://www.leutikaprio.com​/produk/11027/kumpulan_cer​pen/1107208/wajah_wajah_ka​yu_bapak/11061377/joni_lis​_efendi

Jumat, 22 April 2011

Kartini atau Bukan


“Anak-anak hari ini adalah hari Kartini, siapa tahu tentang Ibu Kartini?” Bu Fat bertanya kepada murid-murid kelas 4 SD yang sedang asyik dengan pakaian yang tidak biasa hari itu.

Beberapa dari mereka tampak kebigungan karena tak tahu siapa Ibu Kartini. Yang mereka tahu hari ini mereka tidak menggunakan seragam sekolah melainkan baju-baju daerah.

”Nah anak-anak inilah Ibu Kartini itu,” Bu Fat berkata dengan lantang sembari menunjukkan foto Ibu Kartini.

Anak-anak yang tadinya sibuk dengan pakaian mereka akhirnya tertarik untuk melihat gambar itu juga. Paling tidak akhirnya mereka tahu sosok yang bernama Ibu Kartini itu.

”Ibu Kartini adalah seorang pahlawan yang hebat anak-anak, beliau membela kaum perempuan agar bisa sekolah seperti kalian sekarang ini supaya kaum wanita maju anak-anak. Bagaimana cara kita menghormati Ibu Kartini? Cobalah untuk mentaati perintah ibu kalian. ibu kalian itu juga termasuk Kartini masa kini.”

Anak-anak memperhatikan apa yang dijelaskan oleh Bu Fat dengan seksama. Seakan mereka lupa dengan keributan soal pakaian adat yang mereka kenakan itu.

”Nah sekarang ibu ingin kalian bercerita tentang Ibu kalian masing-masing ya, ayo siapa yang berani maju terlebih dahulu?” tanya Bu Fat.

Salah seorang murid segera mengangkat tangan dan bergegas maju ke depan kelas.

”Ibuku bekerja di kantor, beliau seorang sekretaris. Pagi-pagi setelah mengantar aku sekolah ibuku langsung ke kantor dan pulang sore hari. Begitu terus setiap hari.”

Beberapa murid maju bergantian dan menceritakan tentang ibu mereka. Hampir semua murid menceritakan bahwa ibu mereka adalah seorang pekerja. Bu Fat menjelaskan bahwa Ibu mereka semua adalah sosok Kartini masa kini.

Giliran Hilya yang maju ke depan kelas. Ia sedikit ragu dan berjalan dengan gontai. Kebayanya sesekali menghalanginya berjalan secara bebas.

“Hmm... Ibuku berbeda dengan kalian semua. Ibuku tidak bekerja di kantor seperti ibu kalian, setiap pagi ibuku mengantar aku kesekolah karena bapak harus buru-buru bekerja. Setelah mengantar aku ke sekolah ibu pulang dan memasak makanan yang lezat buat aku dan bapak. Selain itu ibuku juga mencuci baju dan menyetrikanya hingga rapi dan lembut. Ibu juga membantu aku belajar apalagi kalau ada PR yang sulit-sulit. Bu guru Ibuku itu Kartini masa kini bukan?”

Hilya bertanya dengan ragu, ada sembirat rasa khawatir dalam dirinya kalau-kalau ibunya bukanlah Kartini masa kini. Bu Fat tersenyum kemudian mencubit pipi Hilya yang tembem itu dengan lembut.

“Ibumu pastilah seorang Kartini masa depan yang juga hebat walaupun tidak bekerja dikantoran seperti ibu teman-temanmu yang lain,” jawab Bu Fat

Wajah Hilya langsung berubah. Senyumnya lebar. Pipinya yang tembem melekuk karena tersenyum. Kemudian, ia kembali ke tempat duduknya dengan semangat dan langkahnya pun pasti walaupun kebaya yang ia pakai membatasi gerak langkahnya.

Oleh: Andri Surya

Nb: Gambar diambil dari Google

Kamis, 21 April 2011

Sesungguhnya Aku: Kartini


Oleh: Andri Surya

Sesungguhnya aku ingin kita setara

Sesungguhnya aku ingin kita merata

Tembok maya itu bukanlah penghalang

Mungkin aku lebih beruntung

Lebih bisa terbang lepas laksana burung

Tapi sesungguhnya aku ingin kita bersama

Aku ingin kita bersama menggapai asa dan cita

Tak ada ketakutan dalam bermimpi

Kemudian meraihnya dengan melambung tinggi

Kenapa aku begini?

Kenapa aku begitu peduli?

Entahlah... tapi...

Namaku adalah Kartini dan aku sangat peduli akan semua ini


Nb: Gambar diambil dari Google

Kamis, 14 April 2011

Menanti "Lahirnya" 2 Antologi

Sudah hampir satu tahun aku tidak menulis di posting ini. Tapi Alhamdulilah akhirnya aku menulis dengan label ini juga. Kira-kira moment apa yang harus diingat? Check this one out!

Sebenarnya cerita ini dimulai dengan postingan sebelumnya (writing…writing…writing…) di mana aku mulai berani menyalurkan bakat menulis yang tidak seberapa itu. Akhirnya aku beranikan diri saja mengikuti beberapa kompetisi menulis walaupun hasilnya masih nihil. Menariknya adalah saat aku berniat mengikuti kompetisi menulis cerpen di SMCO WR (Sekolah Menulis Cerpen Writing Revolution) yang diasuh oleh Pak Joni Lis Effendi. Awalnya aku hanya berencana mengirim cerpen saja tapi ternyata ada proses belajarnya juga. Akhirnya aku belajar dengan mengirim 2 cerpen sebelum akhirnya mengirim cerpen untuk kompetisinya. Yang menjadi moment indahnya adalah.

  1. Cerpen ku masuk Nominasi bulan Februari (karya nominator rencananya akan dibukukan beserta pemenangnya nanti)
  2. Diadakan proyek menulis buku antologi cinta gokil yang terbuka untuk siswa SMCO WR (melalui seleksi). Karya cerpen ku juga masuk di sini yang juga akan dibukukan.

Jangan dipikir ini mudah karena aku adalah siswa. Dua hal di atas aku lakukan dalam 2 kali percobaan dan melalui seleksi. Ini karena bagi yang tidak lolos tahap 1 maka masih diperbolehkan mengirim lagi untuk tahap terakhir sebelum final. Alhamdulilah keduanya bisa lolos. tak terbayangkan rasanya akan memiliki 2 buku antologi. Yang jelas aku masih ingin terus menulis dan berkarya dan disinilah langkah awalku dimulai. Info mengenai SMCO WR dapat dilihat di www.menulisdahsyat.blogspot.com.

Rabu, 13 April 2011

AKU INGIN BERTANYA

26/11/10
08.45 AM

Aku ingin bertanya

Apakah lelaki tak boleh menangis?

Saat bebannya terlalu berat dan teramat berat

Saat tak ada siapapun yang peduli

Saat yang lain hanya berkata ”anda laki-laki dan anda harus kuat”

Aku ingin bertanya

Apakah lelaki tidak boleh menumpahkan isi hatinya?

Saat semua sudah menumpuk di pikirannya

Saat dia sendiri butuh topangan

Saat dia mulai bingung dengan apa yang harus ia lakukan

Saat yang lain hanya berkata ” aku ini laki-laki dan aku tak biasa tumpahkan semua pada orang lain”

Aku hanya ingin bertanya kepada kalian semua

Yang merasa tampaknya tegar dan merasa tidak terjadi apa-apa

Yang merasa tangisan adalah tabuh bagi kita

Dan aku ingin bertanya pada siapa saja yang merasa mampu menjawabnya

KETIKA HATI BICARA

29/11/2010

08.10 am

Ketika hati yang bicara

Mungkin kita tak akan lagi bersahabat

Mungkin kita tak akan lagi bertegur sapa

Bahkan

Mungkin saja kita akan saling bermusuhan

Mulut seolah sudah basi sebagai tempat untuk bersuara

Mulut tak akan berbicara seterang hati bicara

Dan

Ketika hati berbicara

Itulah yang terjujur

Ketika hati bicara

Kau tak kan tahu mengenai apa

Kau tak kan tahu rasa yang bagaimana

Bahkan

Kau tak kan tahu bahwa mungkin ia merana

Mulut seolah mengeluarkan aroma kesejukan

Mulut hanya mengucap hiburan-hiburan

Bagi kesenangan maya

Dan

Ketika hati berbicara

Itulah yang terjujur

Ketika hati yang bicara

Maka

Mulut tak lagi berguna